Rabu, 25 Mei 2016

GANGGUAN KULIT AKIBAT JAMUR PADA HEWAN KECIL

 Oleh Alvin Febrianth, DRH



            Gangguan pada kulit dan rambut pada hewan kecil khususnya anjing dan kucing merupakan masalah yang paling sering muncul. Hampir setiap pemilik hewan mengeluh karena hewan kesayangannya mengalami masalah kulit. Masalah kulit yang paling sering ditemukan adalah rambut rontok, ketombe, kulit merah dan berkerak. Rata-rata pemilik hewan baik itu anjing atau kucing yang memiliki rambut panjang atau tebal sering kali mendapat masalah seperti ini. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk hewan kecil yang memiliki rambut pendek juga mengalami masalah kulit.
Ada berbagai macam penyebab masalah pada kulit dan rambut, salah satunya adalah karena jamur. Hampir semua masalah kulit dan rambut memiliki gejala yang sama. Antara lain kerontokan rambut yang lumayan banyak, terdapat banyak ketombe pada rambut, kulit berkerak dan terlihat kemerahan. Gejala seperti ini tidak hanya muncul pada gangguan kulit akibat jamur saja, masalah kulit dan rambut akibat kutu, bakteri, alergi dan penyebab yang lain juga muncul. Sulit untuk membedakan penyebab masalah kulit dan rambut berdasarkan gejala yang muncul. Oleh karena itu dibutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk setiap masalah kulit dan rambut.
Dalam dunia medis gangguan kulit karena jamur disebut dengan Dermatophytosis atau bisa disebut juga dengan Ringworm. Meskipun memiliki istilah Ringworm, gangguan kulit ini tidak disebabkan oleh cacing melainkan karena jamur. Gangguan akibat jamur ini bersifat zoonosis atau bisa menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Disebut dengan istilah seperti itu karena memiliki gejala pada kulit berupa bentukan bulat seperti cincin dan berwarna merah pada kulit. Gejala ini kadang muncul diberbagai tempat seperti di daerah badan dan kaki. Rambut juga rontok atau tidak dapat tumbuh pada kulit yang terdapat bentukan seperti itu. Gejala seperti ini sangat khas pada gangguan akibat jamur, tetapi ada juga pada beberapa hewan yang mengalami masalah kulit dan rambut akibat jamur tidak muncul gejala seperti ini.
Selain gejala khas dari Ringworm yang muncul pada kulit, ada beberapa gejala yang muncul akibat dari jamur. Gejala yang muncul biasanya berupa kerontokkan rambut yang sangat banyak. Rambut rontok merupakan hal yang wajar, karena rambut yang sudah tua atau rusak akan rontok dan digantikan dengan rambut baru yang bagus dan kuat. Tetapi dalam hal gangguan akibat jamur, biasanya jumlah rambut yang rontok akan bertambah banyak. Hal ini terlihat ketika kita menggunakan sisir untuk merapikan rambut anjing atau kucing kita. Jumlah rambut yang menempel pada sisir lebih banyak dari pada biasanya. Bahkan dengan menggunakan tangan saja juga banyak rambut yang rontok. Hal ini disebabkan karena jamur mengganggu kestabilan rambut sehingga mempengaruhi pertumbuhan yang mengakibatkan rambut dapat dengan mudah rusak dan rontok.
Gejala lain akibat jamur adalah adanya kerak atau ketombe pada kulit. Biasanya hanya terdapat dibeberapa bagian tubuh seperti di badan, kaki, telinga dan ekor. Tetapi jika masalah kulit dan rambut akibat jamur yang sudah terlalu lama atau tidak pernah mendapat pengobatan, ketombe akan menyebar hampir diseluruh tubuh. Jika hal ini terjadi kondisi kulit dan rambut juga akan rusak, hampir seluruh tubuh dipenuhi dengan ketombe dan pertumbuhan rambut tidak akan pernah bagus. Karena ketombe ini biasanya menimbulkan rasa gatal, maka anjing atau kucing jadi lebih sering menggaruk tubuhnya. Akibat dari garukkan yang terlalu berlebihan biasanya akan timbul iritasi sehingga akan tampak kemerahan pada kulit. Dengan adanya luka akibat garukkan sering kali diikuti dengan adanya infeksi bakteri.
Beberapa gejala yang telah disebutkan masih belum dapat kita pastikan bahwa hewan kesayangan kita mengalami masalah kulit akibat dari jamur. Hampir semua gangguan pada kulit memiliki gejala yang sama meskipun penyebabnya berbeda. Oleh karena itu untuk semua gangguan pada kulit harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Segera konsultasikan dengan dokter hewan jika hewan kesayangan kita menunjukkan gejala gangguan kulit. Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab gangguan kulit, apakah benar disebabkan oleh jamur atau penyebab yang lain.  
Pemeriksaan lanjutan untuk Dermatophytosis yang biasa dilakukan oleh dokter hewan antara lain adalah pemeriksaan rambut atau kulit yang terdapat kerak atau ketombe dengan mikroskop. Dengan pemeriksaan mikroskop dapat terlihat kerak atau ketombe mengarah ke jamur atau kutu yang menempel di rambut. Kemudian dilakukan pemeriksaan dengan Wood’s Lamp untuk melihat apakah kulit yang berkerak berpendar warna hijau atau tidak. Jika kulit berpendar maka bisa mengarah ke gangguan akibat jamur. Kemudian dilakukan penanaman rambut atau kerak pada media penumbuh jamur. Hasil dari penanaman pada media tersebut akan menunjukkan hewan kesayangan kita mengalami gangguan kulit akibat dari jamur atau bukan.
Penyebab dari munculnya gangguan kulit karena jamur sebagian besar karena kelembaban. Anjing dan kucing suka sekali dengan tempat-tempat yang sejuk dan lembab. Contohnya kucing suka sekali berada di depan kamar mandi atau di tempat-tempat yang dingin, atau sering kali bermain di rumput atau tanah. Hal ini menyebabkan rambut dan kulit menjadi sedikit basah dan tidak kering. Dengan suasana yang lembab inilah jamur dapat tumbuh. Proses pengeringan rambut yang tidak tuntas setelah mandi pun menjadi faktor penyebab tumbuhnya jamur. Tertular oleh hewan lain yang sudah mengalami gangguan kulit karena jamur juga menjadi penyebab tumbuhnya jamur pada hewan kesayangan kita.
Dari faktor penyebab munculnya ganguan karena jamur, maka kita bisa mengurangi resiko hewan kesayangan kita mengalami masalah kulit akibat dari jamur. Yaitu dengan cara membatasi anjing atau kucing kita berada terlalu lama ditempat yang lembab dan basah. Kemudian mencuci kandang, tempat pakan, bak pasir, dan peralatan lainnya yang biasa anjing atau kucing kita sering gunakan. Area tempat bermain atau tidur juga harus sering dibersihkan. Melakukan pengeringan rambut dengan tuntas sampai benar-benar kering setelah mandi, terutama untuk anjing atau kucing yang berrambut panjang, juga dapat mengurangi resiko tumbuhnya jamur. Segera pisahkan jika ada hewan lain yang diduga mengalami masalah kulit. Karena masalah kulit akibat jamur dapat menular ke manusia dan sebaliknya, kita juga harus selalu menjaga kebersihan. Selalu cuci tangan setelah memegang anjing atau kucing, terutama yang mengalami masalah kulit.
Jika memang anjing atau kucing kita mengalami masalah kulit karena jamur, dokter hewan akan memberikan pengobatan sesuai kondisi saat itu. Pengobatan yang diberikan bisa berupa salep, obat minum atau dengan mandi secara rutin. Untuk mandi bisa menggunakan shampoo khusus anjing atau kucing untuk kulit dan rambut yang mengalami masalah karena jamur sesuai petunjuk penggunaan atau saran dari dokter hewan. Anjing atau kucing bisa dimandikan satu sampai dua minggu sekali secara rutin sampai jamur benar-benar hilang. Tidak hanya masalah kulit akibat jamur, hampir semua gangguan kulit tidak bisa dengan mudah dan cepat sembuh. Oleh karena itu dibutuhkan ketelatenan dari pemilik hewan untuk selalu mengikuti petunjuk pengobatan dari dokter hewan termasuk jadwal mandi dan jadwal checkup.  

Sumber Pustaka :
Medleau, L. and K.A. Hnilica. 2006. Small Animal Dermatology: A Color Atlas and Therapeutic
Guide. Second Edition. Saunders Elsevier. USA.
Nuttal, T., Richard G.H. and Patrick J.M. 2009. A Colour Handbook of Skin Diseases of the Dog
and Cat. Second Edition. Manson Publishing Ltd. UK.
Rhodes, Karen H. and Alexander H. Werner. 2011. Blackwell’s Five-Minute Veterinary Consult
Clinical Companion:Small Animal Dermatology. Second Edition. Blackwell Publishing
Ltd., USA.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar